Going To Kuala Lumpur with Aceh Development International Conference

Image

Cerita ini adalah cerita dimana aku melangkahkan langkahku melewati garis batas negara Indonesia wilayah utara timur, cerita ini diawali saat aku mengikuti acara IYCS di bandung selama 3 hari. Yah seperti acara2 sebelumnya, aku diundang menjadi anggota di salah satu pojok grup baru yg di beri nama Changemakers and Observers Indonesian Young Changemakers Summit.Setelah beberapa minggu berjalan aku berlangganan info2 menarik seputar lomba2 essay, fotografi, desain grafis, lingkungan, pendidikan, maupun yg lainnya, bahkan info seputar beasiswa dalam maupun luar negeri tak luput dari pengawasannku saat mejadi anggota resmi grup yg beranggotakan 150-200 orang dari pelbagai latar belakang, baik ras, suku, agama maupun bahasa dan budaya, keragaman inilah Ÿª♌G menjadi kebanggaan kami, dmana selain menjadi individu Ÿª♌G berbeda ttpi kami tak akan lupa akan kulit kami, bahawa kulit kami sama2 berwarna merah putih, dan memiliki pangkat 5, dmana uud 45 dan pancasila kami junjug tinggi. Acara ini bertujuan untuk mempersatukan pemuda pemudi ndonesia dan untuk berkolaborasi menjadi penyumbang pembanguan negara Palapa ini. Negara dmana Ÿª♌G dulunya mempunyai wilayah jajahan sampai ujung thailand. Aku sangat gembira ketika dapat bertemu dengan orang2 hebat macam mereka, mereka dari golongan pemuda yg haus akan perubahan bagsanya untuk mejadi lebih baik. Pemuda2 ini telah melakukan perubahan dengan caranya sediri di masing2 daerah asalnya, dan mereka dipersatukan dalam acara ini tidak bukan melainkan hanya untuk memberikan kontribusi positif Ÿª♌G telah mereka perbuat. Yah secuil itulah pandangan Ÿª♌G telah aku tangkap dari acara ini, namun cerita ini tidak akan aku arahkan kesitu, melainkan akan aku arahkan bagaimana pengalaman pertamaku melintasi batas nusantara di ujung utaranya.Yah seperti biasanya, saat aku akan berperhian, orang2 sekitar maupun orang tua mesti memberikan nasihat kepada aku dan teman2ku, nasihat Ÿª♌G intinya itu janganlah meninggalkan sholat dan mengaji, bahkan kalaupun sholat haruslah tepat waktu, kata beliau, bahwa hidup ini tak ª∂a̲̅ gunanya ketika kita tidak sholat, megaji maupun berdzikirr. Yah thats right !!Saran demi saran aku terima saja untuk saat ini, toh ini juga demi kebaikanku sendiri,

Minggu, tepat saat setelah sholat shubuh, aku dibangunkan untuk segera bersiap2 dan berbenah diri agar semua barang2 yg kuperlukan nantinya tidak ª∂a̲̅ yg tertiggal maupun terlewat.

Setelah berbenah diri dan bersiap2, aku pun segera berpamitan kepada kdua orang tua. Saat ini Ÿª♌G mengantarku ke bandara adalah ayahku, setelah bersepedah beberapa menit, hampir dapat dikatakan satu jam lebih dari rumah menuju bandara internasional Juanda Sidoarjo. Setelah melewati jalur naga dari monumen pesawat juanda, aku melihat tulisan Ÿª♌G sangat besar, tulisannya kalau tidak salam itu seperti ini ” Bandara Internasional Juanda ”

Di atas sepeda motor, sempat aku bermessage dengan temanku Ÿª♌G bernama ichsan, kami berjanjian untuk bertemu di depan international departure. Setelah aku iturunkan di tempat yg telah kami sepakati tadi, aku pun beranjak mengelilingi jajaran kursi2 Ÿª♌G hampir terisi penuh oleh penggunjung airport. Aku mencari temanku Ÿª♌G bernama ichsan dan afand, setelah muter2 ngga jelas, aku pun menemukan mereka berdua di dekat tempat penukaran mata uang, biasanya sih orang-orang asing menyebutnya dengan istilah ” money changer”. Setelah mengucap salam dan berbincang2 degan keduanya, aku pun berniat untuk menukarkan uang, eh lucunya ternyata aku belom memegang uang sama sekali, maka dengan sekuat tenaga aku lari ke atm terdekat untuk menarik uang Ÿª♌G akan ku tukarkan dengan mata uang ringgit malaysia, setelah aku tukarkan mata uang rupiahku ini, afand berpamitan pulang, karena dia akan beragkat sekitar pukul 20.00 WIB, bisa dibayangkan jika berangkat jam segitu dia akan tiba di kula lumpur skitar pukul 12.30 waktu setempat, dan parahnya lagi denger2 disana diatas jam 10 malam sudah tidak ª∂a̲̅ lagi transportasi dan hasilnya dia akan bermalam dan menunggu sang fajar dan mentari bangun dari tidur pulasnya, yah semoga ini menjadi awal impian kita untuk go internasional, amiiiiiin😀

Berlajut dengan cerita di bandara, setelah aku menukarkan uang dan berjabat tangan dengan afand, lala aku dan ichsan beranjak untuk segera menuju waiting room, lucunya lagi saat mau akan mengantri, uangku kurang untuk pembayaran di loket pertama, dengan sangat terpaksa aku kembali mengambil uang di atm terdekat dan kembali lagi menuju tempat pemerikasaan pertama. Dan akhirnya kita berdua menuju pemeriksaan petugas imigrasi, lucunya lagi, aku sempat diperingatkan oleh salah satu petugas untuk mengantri di belakang garis kuning, waaaaaah betapa malunya saya, ahah. Tapi tak apalah, inilah pengalamanku Ÿª♌G sebenarnya😀

Di dalam pesawat air asia, kami diajari untuk memakai alat kecemasan, emergency maksudya, dipandu oleh satu pramugara dan dua pramugari. Stelah prosesi ini selesai, pesawat merah ini akhirnya take off dan lepas landas menembus kapas putih Ÿª♌G ª∂a̲̅ di langit. Yah awan panggilan indonesianya, awan ini mengandung parikel2 air Ÿª♌G bergerombol membetuk satu ikatan kimia. Yah memang benar ˚°ºāāº°˚ Ÿª♌G dikata oleh orang-orang, ketika pesawat akan masuk dan mau memebus awan, pasti nantinya pesawat akan berguncang sekali maupun berkali-kali. Yah mungkin garai-gara aku seorang anak desa Ÿª♌G kerjaannya menunggangi kerbau maupun lari-lari mengejar layangan putus, membuatku pusing ketika peswat merah ini berguncang menubruk tipisnya awan putih di atas kota tercintaku ini😀

Perjalanan dua jam setengah ini tidak cukup menarik bagiku, karena pesawat Ÿª♌G ku tumpangi berada di atas awan putih sehingga tidak bisa melihat apa-apa Ÿª♌G ª∂a̲̅ di bawah kami, so perjalanan ini seperti biasa aku isi dengan tidur walaupun dengan sangat terpaksa, setelah tidak ª∂a̲̅ lagi bahan bacaan Ÿª♌G dapat di baca lagi.

Setelah sampai di KLIA, aku sempet nyasar, dikarenakan, airport ini sedikit membingungkan bagiku, setelah sampai pintu keluar, Ÿª♌G terpampang di depanku adalah brand-brand Ÿª♌G cukup ternama di kancah persaingan industri kuliner global, yah starbuck coffe and Mc Donals. Setelah muter-muter di sekeliling foodcourt bandara, kami tak menemukan surau, maka kami memutuskan diri untuk duduk di sebelah pintu keluar, menunggu teman kami Ÿª♌G bernama afand dan bang ehsan dari aceh. Menunggu dari jam 12.30 waktu malaysia sampai jam 21.00 waktu malaysia hanya untuk menunggu bang ehsan berlabuh di bandara ini.

(Tulisan menggunakan BlackBerry, sedikit alay, haha)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s