STOS Nusantara Award

Image

Big Thanks for vote my portofolio😀

Apa itu STOSFest?

South to South (StoS) Film Festival digelar guna mendorong kesadaran publik tentang isu-isu lingkungan hidup dari prespektif sosial, politik, ekonomi dan budaya dalam sebuah kemasan film festival yang bermutu. StoS Film Festival digelar pertama kalinya pada tahun 2006, yang diusung oleh Jatam (Jaringan Advokasi Tambang) Indonesia, dan Kelir Nusantara. Lalu pada event berikutnya di dukung oleh organisasi pergerakan Indonesia lainnya seperti Walhi, Sawit Watch, Kiara, CSF, ICW dan lainnya. Ide ini kemudian ditumbuhkan, bukan hanya untuk dijadikan “event hiburan” semata, lebih dari itu memberikan edukasi publik yang memberi pencerahan terhadap cara pandang siapa saja yang ingin mengasah kepeduliannya terhadap bumi kita ini.

Selanjutnya StoS Film Festival digelar setiap dua tahun sekali guna menjawab animo masyarakat yang ternyata cukup tinggi terhadap film-film dan kegiatan yang digelar. StoS Film Festival selalu mengusung film-film bermutu yang membungkus pesan-pesannya secara kuat. Pada awal kemunculannya, StoS memang mengedepankan isu ketimpangan antara negara-negara “Selatan” yang sering dieksploitasi negara-negara “Utara”.

Negara “Selatan” dan “Utara” adalah sebuah istilah untuk membedakan negara berkembang/miskin dan negara maju. Utara yang dimaksud dalam konteks ini adalah negara-negara kaya anggota OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/ Organisasi untuk Kerjasaa dan Pengembangan Ekonomi) yaitu negara-negara di Eropa Barat, Amerika Utara, di tambah dengan Jepang, dan Australias (kendati batasannya+keanggotaannya masih bisa diperdebatkan). Sementara Selatan (bukan berada semuanya berada di selatan bumi) adalah negara non OECD, yang kemudian dikategorikan sebagai negara miskin dan berkembang. (Oxfam GB Indonesia).

Negara selatan, seperti halnya negara dunia ketiga pada umumnya, termasuk Indonesia, dikenal sebagai negara yang kaya dengan keanekaragaman hayati, tetapi paling sering tereksploitasi guna memenuhi konsumsi masyarakat yang ada di negara-negara utara. Ketimpangan dan eksploitasi kehidupan “Selatan” oleh “Utara” sesungguhnya juga terjadi dalam bentuk hubungan ketimpangan “Desa” dan “Kota”, yang kadang tidak pernah disadari oleh masyarakat urban di perkotaan. Karena itulah, StoS Film Festival selalu hadir dan mencoba membuka “ruang dialog” untuk memfasilitasi pemahaman masyarakat perkotaan dengan apa yang dialami oleh warga pedesaan – kawasan-kawasan yang dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan hidup warga kota. Film-film kelas festival ini tidak akan membuat Anda merasa digurui, melainkan diingatkan bahwa apa yang kita lakukan juga bisa berakibat pada kehidupan masyarakat lainnya di belahan daerah/negara lainnya.

Inti keseluruhan dari setiap pesan StoS Film Festival adalah bagaimana membangun kepedulian dan solidaritas antara satu komunitas daerah/ negara lainnya dengan komunitas di belahan daerah/ negara lainnya. Ada lesson and learned menginspirasi sebuah hidup yang menanamkan kepedulian terhadap sesama dan alam lebih banyak lagi.

“Dibalik Kemilau Emas” (2006) adalah tema pertama yang digelar pada StoS I, “Vote for Life” adalah tema kedua StoS (2008), “We are connected” (2010), dan yang keempat 2012, adalah “Semangat Tanpa Batas. Tema-tema ini dihidupkan melalui berbagai film-film yang diharapkan menggugah kesadaran tersebut terhadap publik yang luas tanpa harus merasa digurui.

Selanjutnya, nantikan terus semangat StoS bersama kami. Yuk, mari kita berbagi kepedulian tentang bumi kita yang hanya satu ini….

Salam Solidaritas

STOSFest home : http://www.stosfest.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s